Arsip Artikel

Jalan Arya Berunsur Delapan – Ariyo Aṭṭhaṅgiko Maggo

Jalan Arya Berunsur Delapan atau Jalan Mulia Beruas Delapan (Pali: ariyo aṭṭhaṅgiko maggo; Skt: ārya aṣṭāṅga mārga) adalah ringkasan dari jalan atau cara atau praktik yang bertujuan untuk melenyapkan dukkha (keluh kesah, ketidakpuasan, penderitaan), yang dipahami oleh para Arya (muliawan

Tersimpan di Ajaran Dasar

Tiga Karakteristik Keberadaan – Tilakkhaṇa

Tiga karakteristik keberadaan atau tiga corak umum (Pali: tilakkhaṇa, Skt: trilakṣaṇa) adalah tiga sifat dasar dari segala sesuatu yang ada, yaitu sifat anicca (tidak tetap, tidak kekal), dukkha (keluh kesah, ketidakpuasan, penderitaan) dan anattā (bukan diri, tanpa inti). Tiga karakteristik keberadaan

Tersimpan di Ajaran Dasar

Empat Kebenaran Arya – Cattāri Ariyasaccāni

Empat Kebenaran Arya atau Empat Kebenaran Mulia (Pali: cattāri ariyasaccāni; Skt: catvāri āryasatyāni) adalah empat kenyataan yang sesuai dengan apa adanya yang dipahami oleh para Arya (muliawan atau suciwan). Empat Kebenaran Mulia ini merupakan inti sari dari ajaran Sri Buddha,

Tersimpan di Ajaran Dasar

Saddhā – Keyakinan dalam Agama Buddha

Saddha (Pali: saddhā; Skt: śraddhā)  adalah keyakinan berdasarkan pengetahuan dari hasil verifikasi atau pemeriksaan atau penyelidikan awal berupa hipotesis (anggapan benar) terhadap ajaran (konsep, gagasan, dll.) yang terbentuk karena keterbatasan bukti dan merupakan titik awal yang perlu ditindaklanjuti. Kata saddhā

Tersimpan di Ajaran Dasar

Kebenaran – Pengetahuan Tentang Apa Adanya

Kebenaran (Pali: sacca, taccha, tatha; Skt: satya) adalah pengetahuan (termasuk gagasan dan pemahaman) yang sesuai dengan apa adanya, seharusnya, realitasnya dari sesuatu (objek). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia[1], kebenaran berarti keadaan (hal dan sebagainya) yang cocok dengan keadaan (hal) yang

Tersimpan di Ajaran Dasar