Kategori: Ajaran Dasar

Jalan Arya Berunsur Delapan – Ariyo Aṭṭhaṅgiko Maggo

Jalan Arya Berunsur Delapan atau Jalan Mulia Beruas Delapan (Pali: ariyo aṭṭhaṅgiko maggo; Skt: ārya aṣṭāṅga mārga) adalah ringkasan dari jalan atau cara atau praktik yang bertujuan untuk melenyapkan dukkha (keluh kesah, ketidakpuasan, penderitaan), yang dipahami oleh para Arya (muliawan

Tiga Karakteristik Keberadaan – Tilakkhaṇa

Teks “Sabbe saṅkhārā aniccā’ti, yadā paññāya passati; Atha nibbindati dukkhe, esa maggo visuddhiyā.” (Dhammapada 277)[2]Segala yang terbentuk dari perpaduan adalah tidak tetap, apabila dengan kebijaksanaan orang dapat melihat hal ini; maka ia akan merasa jemu dengan keluh kesah (ketidakpuasan, penderitaan).

Empat Kebenaran Arya – Cattāri Ariyasaccāni

Empat Kebenaran Arya atau Empat Kebenaran Mulia (Pali: cattāri ariyasaccāni; Skt: catvāri āryasatyāni) adalah empat kenyataan yang sesuai dengan apa adanya yang dipahami oleh para Arya (muliawan atau suciwan). Empat Kebenaran Mulia ini merupakan inti sari dari ajaran Sri Buddha,

Saddhā – Keyakinan dalam Agama Buddha

Saddha (Pali: saddhā; Skt: śraddhā)  adalah keyakinan berdasarkan pengetahuan dari hasil verifikasi atau pemeriksaan atau penyelidikan awal berupa hipotesis (anggapan benar) terhadap ajaran (konsep, gagasan, dll.) yang terbentuk karena keterbatasan bukti dan merupakan titik awal yang perlu ditindaklanjuti. Kata saddhā

Dengan label:

Kebenaran – Pengetahuan Tentang Apa Adanya

Kebenaran (Pali: sacca, taccha, tatha; Skt: satya) adalah pengetahuan (termasuk gagasan dan pemahaman) yang sesuai dengan apa adanya, seharusnya, realitasnya dari sesuatu (objek). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia[1], kebenaran berarti keadaan (hal dan sebagainya) yang cocok dengan keadaan (hal) yang

Dengan label:
Top